how come?

Hai.

Kmarin, tepatnya hari Rabu jam 10 aku menangis. Yah, kalau kalian tanya mengapa aku menangis yah jawabannya hanya satu dan itu-itu saja. Kalian bosan dengar ceritaku? Maaf, tapi aku tidak pernah merasa bosan dengannya :)

Hari itu aku menangis karena salah kirim. Jadi, waktu itu aku mengirimkan sms yang intinya “mengusir”. Lalu, diapun langsung men-judge aku. Padahal, aku belum menjelaskan bahwa aku salah kirim. Yah, itulah dia. Yang slalu tidak mau mendengarkan aku, dan aku adalah orang yang slalu salah di matanya :) miris.
Dan tiba-tiba, hujan pun datang. Aku menjelaskan kepadanya, tetapi dia tidak mau mendengar dan memahami.
Akhirnya, karena tak tahan lagi.. Airmata pun jatuh dari mataku dan membasahi pipi ini. Rasanya sangatlah sakit.
Lalu, langsung ku peluk embek. Embek adalah boneka pemberian darinya saat aku berulang tahun.
Hujan pun semakin deras. Begitu pula dengan tangisan ku. Setelah itu.. Dari jam 10 sampai jam setengah 12 aku menangis. 1setengah jam? Lama yah. Mataku pun sembab akibat dari menangis. Setelah itu, yah biasa keseharian ku.

Stalkin’ on his Profile. Stengah jam aku mengintai profil Twitter nya, flashback ke zaman saat kita masih bersama. Lucu, itulah yang tersirat di pikiranku. Manusia itu berubah.

Dia lah yang dulu memanggil ku “sayang”, “cinta” dan panggilan2 lucu lainnya. Hanya kepadaku seorang. Skarang? Dia sudah memanggil perempuan lain.  
Dia lah yang dulu tangannya melingkari tubuhku, memeluk ku erat seakan takut kehilangan. Skarang? Pelukan itu sudah dibaginya kepada perempuan lain.
Dia lah yang dulu bibirnya mengecup kening ku. Slalu menjadi “moodbooster” paling handal. Skarang? Bibirnya sudah mengecup kening perempuan lain.
Dia lah yang dulu senyumannya paling manjur buat aku bahagia. Skarang? Senyumnya tiada pernah lagi dia bagi kepadaku. 

Setelah puas kembali ke masa lalu, akupun melihat tweets favorite nya. Saat masih bersama, he’s randomly liking all of my tweets bout him. Hihi, cute rite? <3 

But, it’s just the past </3 

Aku bingung.. “Kmana smua tweets ku yang dia favoritkan?”. Akhirnya, akupun menangis lagi. Sampai aku sesak nafas, akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Ditemani suara hujan dan alunan instrumen piano dari Yiruma yang berjudul Kiss The Rain.

Dan malam ini, skali lagi dia sukses membuat aku menangis. Lelah? Pasti. Tapi, aku slalu sayang dengannya walaupun dia telah menyakitiku ribuan kali. Bahkan mungkin, milyaran kali? Gah, I don’t care. 

Saat itu, aku sedang tweeting. Tiba-tiba dia muncul di Timeline ku. Lalu, aku klik icon nya.

Bio nya.

Dan yah, tertuliskan nama pacar barunya disitu. Instead I’m crying. Dan parahnya, aku harus pergi mengantarkan ayahku ke stasiun. Mataku, wajahku, hidungku sudah memerah. Efek dari menangis tadi. Akupun mengurung diri dikamar, melihat keadaan. Ternyata sudah lebih baik. Akupun menahan, sampai pulang nanti.

Saat tiba dirumah, aku langsung memeluk embek darinya. Aku peluk erat dan aku ceritakan apa yang sudah terjadi hari ini. Saat aku ada masalah, aku slalu bercerita kepada embek. Walaupun dia tidak menyahut atau memberikan saran, aku merasakan lega. 

“TEGAAAAAA!!” 

Itulah yang aku teriakan di kamar, menutup wajahku lalu teriak. Lebih lega. 
Dan akhirnya, aku dapati mataku sembab lagi. 

"Tell me teddy bear, why love’s so unfair?"


Nikka Costa - First Love

Yesterday until today 5:33pm.

You know, texting with you is like texting with my Idol. You’re the Idol, I’m your biggest fans. I’m here, waiting. Yeay, waiting again. Waiting for this moment, I instead cry know you? When you said that you always love me :”) OMGOMG! hug embek tight! But, it’s over. Yeah, our convos end today 5:33pm,Sat,Apr•21•2012☺ And I don’t know when we will had our convos again, Cingg. I’m here, waiting☺ bye.